You are currently viewing “Refleksi Hari Kartini di Era Digital”

“Refleksi Hari Kartini di Era Digital”

  • Post author:
  • Post category:Artikel

Dr. Syahril, S.Sos.I., M.Ag.
(Pustakawan Ahli Madya UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu)

Peringatan Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April untuk menghormati R.A. Kartini, tokoh emansipasi perempuan Indonesia yang lahir di Jepara, 21 April 1879. Kartini identik dengan semboyan “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Buat Kartini, terang itu adalah ilmu, dan ilmu didapat lewat membaca. Jika ditarik pada kondisi sekarang, Hari Kartini jadi momen pas buat membaca diri.

Tantangan saat ini adalah sejauh mana semangat Kartini kita di era digital ?

Kartini dan buku adalah perjuangan literasi sejak dulu, Kartini yang dulu haus membaca baca. Lewat buku & surat-menyurat, dia kenal pemikiran Eropa, feminism dan pendidikan. Di zaman perempuan dipingit, membaca adalah “pemberontakan” paling cerdas. Dia bahkan mendirikan sekolah perempuan karena sadar membaca adalah pintu kebebasan berpikir. Jadi semangat Kartini adalah semangat literasi.

Di era digital, informasi mengalir sangat cepat dan tidak terbatas, tetapi tidak semua informasi akurat atau objektif. Informasi digital mudah diakses melalui Handphone, media social, e-book, perpustakaan digital dan berbagai platform digital lainnya. Tentunya semangat literasi digital perlu ditingkatkan untuk semangat Kartini saat ini. Tanpa literasi informasi, kita mudah terpapar hoaks, propaganda politik, dan narasi perpecahan, terutama di momen-momen sensitif.
Kartini zaman now juga harus mampu mencari, menilai, memilih, dan memanfaatkan informasi digital secara cerdas dan etis, termasuk membedakan fakta, opini, dan propaganda.
Kartini zaman now juga harus melek AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan dengan Literasi AI agar bisa memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan berinteraksi dengan teknologi kecerdasan buatan AI secara kritis, aman, dan bertanggung jawab.

Semoga kartini zaman now bisa memahami Semboyan “Habis Gelap Terbitlah Terang” versi digital saat ini, karena gelapnya era ini bukan karena kurang info, tapi karena terlalu banyak info sampai kita bingung mana yang bener. Terangnya terbit kalau kita pakai semangat Kartini: mau belajar, mau mikir, mau berbagi.

#Salam Literasi dan semangat Kartini#